Loading...
Rilis Berita

Promosi Kesehatan Jadi Game Changer Tekan Kematian Dini dan Wujudkan Indonesia Sehat

25 July 2026

Jakarta - Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menegaskan bahwa penguatan promosi kesehatan merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat membuka Diseminasi Joint External Review (JER) Bidang Promosi Kesehatan pada (22/7) di Aula Swabessy Kemenkes, yang menjadi forum untuk mendiseminasikan hasil evaluasi sekaligus memperkuat arah kebijakan promosi kesehatan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Maria Endang menjelaskan bahwa Indonesia telah menunjukkan berbagai capaian penting di bidang kesehatan. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan umur harapan hidup meningkat dari 72,29 tahun pada 2020 menjadi 74,43 tahun pada 2025, sementara angka kematian bayi menurun dari 16,85 menjadi 14,12 per 1.000 kelahiran hidup. Capaian tersebut mencerminkan semakin baiknya akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Indonesia kini menghadapi tantangan baru berupa pergeseran pola kematian. Bila sebelumnya kematian banyak terjadi pada usia dini, kini angka kematian justru meningkat pada kelompok usia produktif dan lansia, terutama setelah usia 50 tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat sepanjang siklus kehidupannya.

"Promosi kesehatan bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membangun kesadaran, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Upaya promotif dan preventif harus menjadi fondasi dalam transformasi sistem kesehatan," tegasnya.

Melalui kegiatan Joint External Review (JER) yang didukung penuh oleh UNICEF, Kementerian Kesehatan memperoleh masukan independen mengenai pelaksanaan promosi kesehatan yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi berbagai peluang penguatan kebijakan, tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, hingga kolaborasi lintas sektor. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi acuan dalam menyusun strategi promosi kesehatan yang semakin efektif, terukur, dan berbasis bukti.

Perwakilan UNICEF menyoroti kemajuan berarti Indonesia dalam menurunkan angka kematian anak serta memperluas jaringan layanan kesehatan primer esensial bagi keluarga. Capaian ini diakui telah sejalan dengan Konvensi Hak Anak dan target RPJMN 2025–2029.

UNICEF menegaskan bahwa rentetan tantangan tersebut tidak lagi bisa dijawab semata-mata lewat pelayanan pengobatan di rumah sakit. Kesehatan masyarakat sejatinya dibentuk dari lingkup yang lebih dekat, yaitu di rumah, sekolah, tempat kerja, pasar, hingga komunitas.

Begitu juga dengan Walikota Bogor dalam paparannya mengenai Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Bogor menjelaskan Kawasan Tanpa Rokok bukan sekadar tentang penegakan aturan, melainkan sebuah komitmen politik yang kuat dan berkelanjutan untuk menghadirkan ruang hidup yang sehat bagi setiap warga.

“Kunci keberhasilan Kota Bogor terletak pada hilangnya sekat-sekat ego sektoral. Ketika pemerintah, aparat hukum, dunia usaha, dan masyarakat aktif berpartisipasi, di situlah sebuah kota sehat yang sesungguhnya dapat tercipta." tegas Walikota Bogor.

Transformasi layanan kesehatan primer menempatkan promosi kesehatan sebagai salah satu pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, organisasi profesi, media, maupun masyarakat, perlu memperkuat sinergi dalam mengembangkan berbagai inovasi promosi kesehatan.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh transformasi kesehatan adalah memastikan setiap orang Indonesia dapat menjalani seluruh fase kehidupannya dalam kondisi sehat. Visi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila upaya promotif dan preventif menjadi budaya bersama, didukung kebijakan yang kuat, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


Melalui Diseminasi Joint External Review Bidang Promosi Kesehatan ini, Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di tingkat pusat maupun daerah. Dengan demikian, promosi kesehatan semakin berperan dalam menekan angka kematian yang dapat dicegah, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mewujudkan Indonesia yang lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045. (bsu)

Bagikan

Ditulis oleh
administrator

Artikel Terkait