Loading...
Rilis Berita

Kesprimkom Hadirkan Skrining dan Edukasi Kesehatan Jiwa serta Capaian Transformasi Layanan Primer

10 August 2026


Jakarta - Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (Ditjen Kesprimkom) turut berpartisipasi dalam pameran Leimena Conference 2026 (Indonesia Primary Health Care Scientific Meeting) dengan menghadirkan layanan skrining kesehatan jiwa gratis berbasis Heart Rate Variability (HRV) serta konsultasi psikolog bagi para peserta. Kehadiran booth ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh.

Booth Ditjen Kesprimkom menjadi salah satu stan yang ramai dikunjungi peserta sejak hari pertama penyelenggaraan konferensi. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat mengikuti skrining kesehatan jiwa berbasis HRV yang memberikan gambaran awal mengenai kondisi stres dan keseimbangan sistem saraf otonom. Peserta yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut juga dapat berkonsultasi langsung dengan psikolog yang bertugas di booth.

Melalui layanan ini, peserta tidak hanya memperoleh hasil skrining, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan jiwa. Pendekatan tersebut sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer yang menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai upaya penguatan layanan kesehatan primer. Hingga 19 Juli 2026, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah mencatat 69.746.093 pendaftar, dengan 66.705.429 peserta telah hadir dan memperoleh layanan di 10.258 puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota pada 38 provinsi. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini berbagai faktor risiko dan penyakit pada seluruh kelompok usia, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan primer melalui pemenuhan sarana dan prasarana di puskesmas. Hingga 23 Juli 2026, sebanyak 10.012 lokus telah menerima distribusi 9 jenis alat kesehatan SOPHI (Strengthening of Primary Health Care in Indonesia). Distribusi tersebut telah menjangkau 5.065 puskesmas di 394 kabupaten/kota pada 38 provinsi, sebagai upaya memastikan fasilitas kesehatan primer memiliki alat kesehatan yang sesuai standar untuk mendukung pelayanan yang berkualitas.


Selain layanan skrining kesehatan jiwa, Ditjen Kesprimkom juga membagikan berbagai jenis jamu kepada peserta sebagai bagian dari edukasi mengenai pemanfaatan obat bahan alam Indonesia dalam mendukung kesehatan. Kehadiran jamu di booth menjadi pelengkap upaya promotif yang memperkenalkan pemanfaatan pengobatan tradisional secara bijak dan berbasis manfaat.

Leimena Conference 2026 mengangkat tema "Melalui ILP: Memperkuat Puskesmas, Melayani Masyarakat" dan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, pengelola program, serta mitra pembangunan untuk berbagi hasil riset, inovasi, dan praktik baik dalam penguatan layanan kesehatan primer.

Melalui partisipasi dalam pameran ini, Ditjen Kesprimkom berharap semakin banyak tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan yang memahami pentingnya deteksi dini, termasuk kesehatan jiwa, sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer. Pengalaman langsung melalui skrining kesehatan jiwa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, sekaligus mendukung transformasi layanan kesehatan primer yang semakin kuat, merata, dan berkualitas.(ang)


Bagikan

Ditulis oleh
administrator

Artikel Terkait