
Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (Ditjen Kesprimkom) menyelenggarakan Workshop Care Economy dan Layanan Lanjut Usia Terpadu di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan, serta dunia usaha dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan penuaan penduduk.
Workshop ini dilaksanakan sebagai respons atas meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia yang diproyeksikan mencapai hampir 20 persen pada tahun 2045. Peningkatan tersebut berdampak pada kebutuhan layanan kesehatan dan perawatan jangka panjang yang semakin kompleks, sehingga diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dorong Sinergi dan Pertukaran Pengetahuan
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik baik antara pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan, sekaligus memperkuat dialog serta kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan care economy dan layanan lanjut usia terintegrasi. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu mengidentifikasi prioritas program kolaboratif serta merumuskan strategi adaptasi lokal dari praktik global.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, yang dibacakan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Imran Pambudi, menekankan bahwa peningkatan jumlah lansia merupakan indikator keberhasilan pembangunan sekaligus tantangan strategis bagi sistem kesehatan nasional.
“Pengembangan care economy menjadi salah satu pendekatan strategis untuk memastikan bahwa sistem pelayanan bagi lansia dapat berjalan secara berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berubah,” ujar Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem layanan lansia di Indonesia.
“Melalui forum ini, diharapkan kita dapat membangun pemahaman bersama tentang care economy sebagai penggerak kesejahteraan sosial sekaligus peluang ekonomi, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan layanan lansia terintegrasi,” lanjutnya.
Penyelenggaraan workshop ini sejalan dengan program kerja Ditjen Kesprimkom dalam memperkuat layanan kesehatan primer berbasis siklus hidup, khususnya bagi kelompok lanjut usia. Upaya yang telah dilakukan antara lain melalui pengembangan Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP), Puskesmas Santun Lansia, serta layanan perawatan jangka panjang berbasis komunitas.
Selain itu, penguatan deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis serta pemberdayaan keluarga dan komunitas sebagai bagian dari sistem perawatan juga terus didorong guna meningkatkan kualitas hidup lansia

Workshop Care Economy dan Layanan Lanjut Usia Terpadu menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen lintas sektor untuk membangun sistem perawatan lansia yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, dan masyarakat, pengembangan care economy diharapkan dapat mendukung terwujudnya lansia Indonesia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.(erl)