Loading...
Rilis Berita

Hipertensi dan Diabetes Mengintai Diam-Diam, CKG Jadi Tameng Kesehatan Masyarakat

14 February 2026

Jakarta - Hipertensi dan diabetes dikenal sebagai silent killer karena sering berkembang tanpa gejala, namun berdampak fatal jika terlambat ditangani. Untuk mencegah hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI terus mendorong masyarakat melakukan deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program CKG telah menjangkau lebih dari 70 juta warga Indonesia. Tahun ini, Kemenkes menargetkan 130 juta orang dapat memanfaatkan layanan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Endang Sumiwi, mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang sebenarnya telah mengidap penyakit kronis, namun tidak menyadarinya.

“Kami menemukan peserta dengan kadar gula darah sampai 400. Artinya banyak yang sudah bermasalah tapi tidak merasakan gejala. Kalau dibiarkan, bisa berujung cuci darah, operasi jantung, bahkan stroke. Inilah pentingnya CKG,” ujar Endang saat kegiatan CKG untuk nelayan di TPI Muara Angke.

Endang juga mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan setahun sekali, meskipun hasil sebelumnya normal. Pasalnya, kondisi kesehatan bisa berubah tanpa disadari.

“Bisa jadi tahun lalu tekanan darah normal, tahun ini sudah tinggi. Karena itu jangan berhenti cek kesehatan,” tegasnya.

Tak Sekadar Deteksi, Langsung Ditangani Gratis

Menariknya, CKG kini tak hanya sebatas skrining. Jika ditemukan potensi penyakit, peserta akan langsung mendapatkan penanganan dan pengobatan gratis, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan di lapangan, tim CKG bahkan menemukan peserta dengan tekanan darah mencapai 170 mmHg, yang langsung dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan jantung, ginjal, dan kolesterol.

Selain penyakit tidak menular, CKG juga mencakup deteksi kanker payudara, kanker leher rahim, hingga kanker paru. Peserta yang terindikasi akan segera mendapatkan tindak lanjut medis.

Jemput Bola ke Masyarakat

Untuk memperluas jangkauan, CKG tidak hanya dilakukan di Puskesmas dan sekolah, tetapi juga langsung menyasar komunitas seperti kampung nelayan, kelompok tani, hingga pekerja informal.

“Kami datang langsung ke tempat masyarakat berada, supaya akses layanan makin mudah,” jelas Endang.

Program CKG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Tujuannya jelas: membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat sejak dini melalui intervensi preventif.

Dengan layanan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, berat badan, hingga kesehatan gigi, CKG diharapkan mampu menekan angka komplikasi, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Pesannya sederhana: jangan tunggu sakit parah, cek kesehatan sekarang. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati.


Bagikan

Ditulis oleh
administrator

Artikel Terkait