
Papua - Pengadaan dan distribusi alat USG 2D melalui program SOPHI berkontribusi nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak di Tanah Papua. Kehadiran alat kesehatan ini tidak hanya memperluas akses pemeriksaan kehamilan, tetapi juga memperkuat upaya deteksi dini kehamilan berisiko tinggi di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan kesehatan.
Berdasarkan data pemanfaatan periode September 2025 hingga Februari 2026, sebanyak 89 fasilitas kesehatan di 11 kabupaten/kota pada 5 provinsi di Tanah Papua telah menerima dukungan USG 2D. Penyebaran alat menjangkau wilayah pesisir, pegunungan, hingga daerah terpencil sehingga membantu mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan ibu. Dari total pemanfaatan, tercatat 1.420 kali penggunaan USG untuk pemeriksaan antenatal atau kehamilan. Pemeriksaan terbanyak dilakukan di Kabupaten Merauke (492 kali), Mimika (288 kali), Asmat (206 kali), Puncak Jaya (150 kali), Sorong (104 kali), dan Kepulauan Yapen (77 kali).
Peningkatan akses terhadap layanan USG berkontribusi pada meningkatnya jumlah
pelayanan ANC (antenatal care) sesuai standar (ANC 6 kali atau K6) di sejumlah daerah. Lima
kabupaten/kota menunjukkan kenaikan jumlah kasus yang berhasil terdeteksi,
yaitu Merauke, Biak Numfor, Yahukimo, Asmat, dan Lanny Jaya. Temuan ini menunjukkan bahwa
semakin banyak ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan sehingga potensi risiko
kehamilan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat. Pemeriksaan
USG merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan antenatal karena
membantu memantau pertumbuhan janin, menentukan usia kehamilan, serta
mendeteksi kelainan atau faktor risiko sejak dini.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan
anak, pengadaan USG 2D juga mendukung pemenuhan standar alat kesehatan di
fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kehadiran alat ini memungkinkan tenaga
kesehatan melakukan pemeriksaan yang sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit
rujukan, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk
mendapatkan layanan skrining kehamilan.
Ke depan, cakupan layanan akan semakin luas. Program SOPHI
telah merencanakan penambahan 158 lokus penerima alat USG 2D di 18 kabupaten/kota
pada enam provinsi di Tanah Papua. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat
sistem kesehatan daerah, mempercepat deteksi dini komplikasi kehamilan, serta
mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Papua.