Loading...
Rilis Berita

USG 2D Hadir di Tanah Papua, Perluas Akses Deteksi Dini Kehamilan Berisiko Tinggi

26 June 2026

Papua - Pengadaan dan distribusi alat USG 2D melalui program SOPHI berkontribusi nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak di Tanah Papua. Kehadiran alat kesehatan ini tidak hanya memperluas akses pemeriksaan kehamilan, tetapi juga memperkuat upaya deteksi dini kehamilan berisiko tinggi di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan kesehatan.

Berdasarkan data pemanfaatan periode September 2025 hingga Februari 2026, sebanyak 89 fasilitas kesehatan di 11 kabupaten/kota pada 5 provinsi di Tanah Papua telah menerima dukungan USG 2D. Penyebaran alat menjangkau wilayah pesisir, pegunungan, hingga daerah terpencil sehingga membantu mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan ibu. Dari total pemanfaatan, tercatat 1.420 kali penggunaan USG untuk pemeriksaan antenatal atau kehamilan. Pemeriksaan terbanyak dilakukan di Kabupaten Merauke (492 kali), Mimika (288 kali), Asmat (206 kali), Puncak Jaya (150 kali), Sorong (104 kali), dan Kepulauan Yapen (77 kali).

Peningkatan akses terhadap layanan USG berkontribusi pada meningkatnya jumlah pelayanan ANC (antenatal care) sesuai standar (ANC 6 kali atau K6) di sejumlah daerah. Lima kabupaten/kota menunjukkan kenaikan jumlah kasus yang berhasil terdeteksi, yaitu Merauke, Biak Numfor, Yahukimo, Asmat, dan Lanny Jaya. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak ibu hamil yang mendapatkan pemeriksaan sehingga potensi risiko kehamilan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat. Pemeriksaan USG merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan antenatal karena membantu memantau pertumbuhan janin, menentukan usia kehamilan, serta mendeteksi kelainan atau faktor risiko sejak dini.


Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, pengadaan USG 2D juga mendukung pemenuhan standar alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kehadiran alat ini memungkinkan tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan yang sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit rujukan, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan skrining kehamilan.

Ke depan, cakupan layanan akan semakin luas. Program SOPHI telah merencanakan penambahan 158 lokus penerima alat USG 2D di 18 kabupaten/kota pada enam provinsi di Tanah Papua. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat sistem kesehatan daerah, mempercepat deteksi dini komplikasi kehamilan, serta mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Papua.

"USG 2D bukan sekadar alat kesehatan, tetapi investasi untuk memastikan setiap ibu hamil di Tanah Papua memiliki kesempatan yang sama memperoleh pemeriksaan kehamilan berkualitas, tanpa terhalang oleh jarak dan kondisi geografis." (bsu)

Bagikan

Ditulis oleh
administrator

Artikel Terkait