Loading...
Rilis Berita

Rakontek Kesprimkom 2025: Langkah Bersama Wujudkan dan Menjaga Masyarakat Tetap Sehat

28 November 2025


Bekasi - Bekasi pagi itu terasa berbeda. Ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia mulai memenuhi ruang pertemuan, membawa satu semangat yang sama: bagaimana membuat masyarakat Indonesia tetap sehat, bahkan sebelum mereka jatuh sakit. Suasana hangat, saling sapa, dan percakapan ringan antar daerah menjadi pembuka pertemuan penting tersebut—Rakontek Kesehatan Primer dan Komunitas 2025.

Di tengah ruangan, muncul satu pesan yang menjadi benang merah seluruh kegiatan hari itu. Pesan dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang sederhana namun kuat:
“Mengurus orang agar tetap sehat jauh lebih penting daripada mengobati orang saat sudah sakit.”

Kalimat itu seperti alarm yang membangunkan seluruh ekosistem kesehatan untuk kembali ke akar: pencegahan. Bukan lagi menunggu masyarakat datang ke rumah sakit, tapi memastikan mereka tetap sehat sehari-hari.

Menkes menekankan bahwa tugas Kementerian Kesehatan adalah berpihak pada ratusan juta penduduk yang masih sehat, dengan menguatkan layanan kesehatan primer dan komunitas sebagai garda terdepan.

Puskesmas sebagai Penggerak Utama Layanan Primer

Dalam sesi pembukaan, para peserta diajak kembali memandang puskesmas dengan cara yang lebih dalam. Tidak lagi sekadar fasilitas kesehatan tingkat pertama, tetapi sebagai penjaga pintu utama kesehatan masyarakat. Sebuah tempat yang bukan hanya menerima pasien, tetapi juga menggerakkan edukasi, skrining, hingga pemantauan kesehatan masyarakat.

Puskesmas dan jaringannya menjadi tokoh utama dalam cerita besar transformasi layanan primer kesehatan. Penguatan SPM, peningkatan akreditasi, hingga optimalisasi jejaring rujukan bukan sekadar daftar pekerjaan—tapi bagian dari perjalanan panjang membangun layanan primer yang berkualitas.

Cek Kesehatan Gratis: Membiasakan Deteksi Dini

Isu Cek Kesehatan Gratis menjadi pembahasan yang banyak mencuri perhatian. Para peserta berbagi pengalaman di daerah masing-masing: ada yang mulai rutin menggelar skrining kolesterol di desa, ada yang mengoptimalkan posyandu lansia, ada pula yang sedang menyempurnakan alur pencatatan digital.

Semua sepakat bahwa deteksi dini bukan lagi pilihan, tetapi budaya yang harus dibentuk. Cek kesehatan bukan hanya kegiatan seremonial, tapi kebiasaan yang membuat masyarakat datang sebelum sakit.

Komunitas: Pahlawan Sehat yang Sering Tak Terdengar

Salah satu momen paling menghangatkan dalam Rakontek adalah pembahasan tentang peran komunitas. Kader posyandu, para ibu-ibu tangguh yang selalu aktif mengingatkan jadwal imunisasi; tokoh masyarakat yang tak lelah mengajak warganya olahraga; hingga organisasi lokal yang mempromosikan hidup sehat lewat kegiatan yang sederhana.

Mereka adalah pahlawan kecil yang sering tidak muncul di halaman depan, tetapi menjadi fondasi kuat terciptanya masyarakat yang sehat.

Labkesmas dan Pentingnya Bukti

Perjalanan menjaga masyarakat tetap sehat tentu harus didukung bukti yang jelas. Karena itu, Rakontek juga menyoroti peran penting Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Di sinilah data lahir, penyakit terdeteksi sejak dini, dan lingkungan diuji untuk memastikan keamanan.

Labkesmas menjadi penjaga senyap yang memastikan setiap kebijakan memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Data yang Menyatukan

Dari berbagai diskusi, muncul satu kesadaran bersama bahwa data adalah kompas. Tanpa data yang terintegrasi, kebijakan hanya akan berjalan tanpa arah yang jelas. Karena itu, penguatan satu data kesehatan menjadi salah satu komitmen penting dalam Rakontek kali ini.

Langkah ke Depan: Bersama Menjaga yang Sehat

Rakontek Kesprimkom 2025 bukan hanya pertemuan, bukan hanya presentasi, dan bukan hanya rapat koordinasi. Ia adalah ruang untuk menyatukan langkah seluruh elemen kesehatan primer di Indonesia.

Ketika hari mulai beranjak sore, para peserta keluar dari ruangan dengan semangat yang baru. Semangat untuk memastikan pesan Menkes benar-benar terjadi di lapangan:  bahwa masyarakat tetap sehat adalah tujuan utama.


Melalui puskesmas yang kuat, Labkesmas yang andal, kader yang aktif, dan deteksi dini yang masif, perjalanan menjaga kesehatan bangsa terus dilanjutkan—hingga ke desa-desa, keluarga-keluarga, dan setiap individu di seluruh Indonesia. (ewg)

Bagikan

Ditulis oleh
administrator

Artikel Terkait