Bekasi - Bekasi pagi itu terasa berbeda. Ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia mulai memenuhi ruang pertemuan, membawa satu semangat yang sama: bagaimana membuat masyarakat Indonesia tetap sehat, bahkan sebelum mereka jatuh sakit. Suasana hangat, saling sapa, dan percakapan ringan antar daerah menjadi pembuka pertemuan penting tersebut—Rakontek Kesehatan Primer dan Komunitas 2025.
Di tengah ruangan, muncul satu pesan yang menjadi benang
merah seluruh kegiatan hari itu. Pesan dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi
Sadikin, yang sederhana namun kuat:
“Mengurus orang agar tetap sehat jauh lebih penting daripada mengobati orang
saat sudah sakit.”
Kalimat itu seperti alarm yang membangunkan seluruh
ekosistem kesehatan untuk kembali ke akar: pencegahan. Bukan lagi
menunggu masyarakat datang ke rumah sakit, tapi memastikan mereka tetap sehat
sehari-hari.
Menkes menekankan
bahwa tugas Kementerian Kesehatan adalah berpihak pada ratusan juta penduduk
yang masih sehat, dengan menguatkan layanan kesehatan primer dan komunitas
sebagai garda terdepan.
Puskesmas sebagai Penggerak Utama Layanan Primer
Dalam sesi pembukaan, para peserta diajak kembali memandang
puskesmas dengan cara yang lebih dalam. Tidak lagi sekadar fasilitas kesehatan
tingkat pertama, tetapi sebagai penjaga pintu utama kesehatan masyarakat.
Sebuah tempat yang bukan hanya menerima pasien, tetapi juga menggerakkan
edukasi, skrining, hingga pemantauan kesehatan masyarakat.
Puskesmas dan jaringannya menjadi tokoh utama dalam cerita
besar transformasi layanan primer kesehatan. Penguatan SPM, peningkatan
akreditasi, hingga optimalisasi jejaring rujukan bukan sekadar daftar
pekerjaan—tapi bagian dari perjalanan panjang membangun layanan primer yang berkualitas.
Cek Kesehatan Gratis: Membiasakan Deteksi Dini
Isu Cek Kesehatan Gratis menjadi pembahasan yang banyak
mencuri perhatian. Para peserta berbagi pengalaman di daerah masing-masing: ada
yang mulai rutin menggelar skrining kolesterol di desa, ada yang mengoptimalkan
posyandu lansia, ada pula yang sedang menyempurnakan alur pencatatan digital.
Semua sepakat bahwa deteksi dini bukan lagi pilihan, tetapi
budaya yang harus dibentuk. Cek kesehatan bukan hanya kegiatan seremonial, tapi
kebiasaan yang membuat masyarakat datang sebelum sakit.
Komunitas: Pahlawan Sehat yang Sering Tak Terdengar
Salah satu momen paling menghangatkan dalam Rakontek adalah
pembahasan tentang peran komunitas. Kader posyandu, para ibu-ibu tangguh yang
selalu aktif mengingatkan jadwal imunisasi; tokoh masyarakat yang tak lelah
mengajak warganya olahraga; hingga organisasi lokal yang mempromosikan hidup
sehat lewat kegiatan yang sederhana.
Mereka adalah pahlawan kecil yang sering tidak muncul di
halaman depan, tetapi menjadi fondasi kuat terciptanya masyarakat yang sehat.
Labkesmas dan Pentingnya Bukti
Perjalanan menjaga masyarakat tetap sehat tentu harus
didukung bukti yang jelas. Karena itu, Rakontek juga menyoroti peran penting
Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Di sinilah data lahir, penyakit
terdeteksi sejak dini, dan lingkungan diuji untuk memastikan keamanan.
Labkesmas menjadi penjaga senyap yang memastikan setiap
kebijakan memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Data yang Menyatukan
Dari berbagai diskusi, muncul satu kesadaran bersama bahwa
data adalah kompas. Tanpa data yang terintegrasi, kebijakan hanya akan berjalan
tanpa arah yang jelas. Karena itu, penguatan satu data kesehatan menjadi salah
satu komitmen penting dalam Rakontek kali ini.
Langkah ke Depan: Bersama Menjaga yang Sehat
Rakontek Kesprimkom 2025 bukan hanya pertemuan, bukan hanya
presentasi, dan bukan hanya rapat koordinasi. Ia adalah ruang untuk menyatukan
langkah seluruh elemen kesehatan primer di Indonesia.
Ketika hari mulai beranjak sore, para peserta keluar dari ruangan dengan semangat yang baru. Semangat untuk memastikan pesan Menkes benar-benar terjadi di lapangan: bahwa masyarakat tetap sehat adalah tujuan utama.