
Aceh - Kementerian Kesehatan melalui sub kluster gizi dan sub
kluster kespro Ditjen Kesprimkom memastikan layanan kesehatan dasar, khususnya
pemenuhan gizi ibu dan anak, tetap berjalan di tengah bencana banjir dan tanah
longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera
Barat.
Sebagai respons cepat bencana hidrometeorologi, Ditjen
Kesprimkom melakukan berbagai upaya terintegrasi untuk melindungi kelompok
rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Salah satu langkah nyata
yang dilakukan adalah penyelenggaraan Dapur MP-ASI Bencana di fasilitas
pelayanan kesehatan, guna menyediakan makanan pendamping ASI yang bergizi,
aman, dan sesuai standar.
Selain itu, Kemenkes juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil secara bertahap dan terkoordinasi. Distribusi dilakukan melalui puskesmas dan dinas kesehatan setempat, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan mitra kesehatan.

Tak hanya bantuan gizi, dukungan kesehatan lain seperti
obat-obatan, alat kesehatan, vitamin, serta perlengkapan pencegahan penyakit
turut disalurkan untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat terdampak di lokasi
pengungsian.
Melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan, Ditjen Kesprimkom berupaya mencegah risiko lanjutan pascabencana, termasuk gizi buruk dan stunting. Komitmen ini menegaskan bahwa di tengah kondisi darurat sekalipun, perlindungan kesehatan ibu dan anak tetap menjadi prioritas utama, sebagai fondasi bagi terwujudnya generasi yang sehat dan tangguh.(tgc)